Tragedi Desa Kunir
Desa
Kunir merupakan sebuah desa yang letaknya di sebelah selatan kabupaten Lumajang
dan emiliki kecamataan yang bernama Kecamatan Kunir, dimana kecamatan kunir
terdiri dari banyak desa yaitu des kunir kidul, kunir lor, jatigono, jatirejo,
jati mulyo, sukosari sukorejo dungmoro, karang lo, dorogowok, dan masih banyak
lagi. Desa kunir merupakan salah satu desa penghubung 2 kecamatan yaitu
kecamatan Tempeh dan kecamatan Yosowilangun.
Pada awalnya terdapat satu kesatria
yang gagah berani kesatria itu merupakan utusan dari kerajaan majapahit, dimana
kerajaan majapahit tersebut memerintahkan kesatria itu untuk mencari sebuah
obat yang mujarap untuk rajanya. Kesatria itu bernama kumbara. Akibatnya adanya
perintah tersebut kumbara langsung merantau sambil menggembala kambing. Kumbara
pergi jauh mninggalkan majapahit pada
akhirnya kumbara sampai di suatu permukiman penduduk yang leteknya berada di
kawasan kerajaan lamajang. Pada akhirnya kumbara menetap di permukiman tersebut
sambil bertanya kepada salah satu penduduk “ini namanya daerah apa,pak”.bapak
itu menjawab “saya tidak tahu kisanak”.kumbara bingung karena tidak mengetahui
daerah apa yang sedang di tempati.pada suatu hari kumbara menggembala
kambingnya di suatu hutan.karena kumbara kelaparan di tengah hutan,maka kumbara
langsung mencari makanan.sesampainya diselatan hutan kumbara kaget melihat
sebuah tanaman kunyit yang sangat besar. kumbara tercengang sambil berfikir
“apakah ini obat yang saya cari”.lalu kumbara langsung berlari untuk mengetahui
penduduk sekitar dan berkata “hai lihatlah aku menemukan tumbuhan yang sangat
besar di sana”. Namun masyarakat terpengaruh oleh salah satu penduduk yang berkata “ah,jangan percaya itu semua omong
kosong”.dan penduduk itu tidak senang terhadap kumbara, karena penduduk itu
berangapan bahwa kumbara merupakan orang asing dan ingin menjahati semua
orang.kumbara kesal akibat pembicaraan
penduduk tersebut,hinga kumbara di ajak berkrlahi dengan jaminan siapa yang
kalah akan meninggalkan daerah ini.Kumbara tersebut menjawab “baik
,siapa takut kamu hanya orang asing di sini”.keduanya tidak sampai berkelahi
karena seluruh penduduk ini ingin melihat kebenaran dari ucapan kumbara .pada
akhirnya kumbara mengajak masyarakat untuk melihat tanaman kunyit yang sangat
besar itu. Masyarakat langsung kaget dan tercenggang melihat kunyit yang
sebesar itu.kumbara tidak sengaja menemukan kembali kunyit yang sangat besar di
sebelah utara hutan.masyarakat klangsung kaget kembali dan berkata”lihat ada
dua kunyit yang berukuran besar ini sangat menakjubkan”.kemudian masyarakat
merasa terganggu dengan datangnya kumbara dan kemunculan tanaman kunyit yang
sangat besar tersebut . sehingga masyarakat langsung menebang kedua kunyit
tersebut karena di anggap keramat.mengetahui itu kumbara lngsung pergi
meninggalkan desa itu dan memberi nama desa itu dengan desa kunir,namun
penduduk setempat berpendapat bawasanya ada dua jenis tanaman kunyit yang berda
di sebelah utara dan selatan,maka masyarakat memberi nama desa tersebut dengan
sebutan dalam bahasa jawa yaitu kunir kidul dan kunir lor.
Bagaimanapun desa kunir harus di harumkan namanya,Karena
sebagai salah satu desa yang namanya di gunakan sebagai nama keamatan yaitu
kecamatan kunir dan memiliki kabupaten yang bernama kabupaten lumajang.sehingga
kita sebagai warga kunir patut bangga tinggal di desa karena kita masih dapat
melihat hijaunya pohon di bandingkan hidup di kota banyak berbagai macam
pencemaran.
Disusun oleh : Bambang Selowadi
Sumber:
bapak sucip dan ibu supatemi, internet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar