Senin, 29 Agustus 2016

Sejarah Desa Kunir



Sejarah Desa Kunir

            Kecamatan kunir merupakan sebuah wilayah bagian dari Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Kecamatan Kunir merupakan kecamatan yang berada pada sekitar 10 km ke selatan dari kabupaten Lumajang yang dekat dengan pantai selatan. Luas wilayah Kecamatan Kunir sekitar 50,18 km2. Dengan jumlah penduduk sekitar 48.704 jiwa.
            Kunyit atau Kunir adalah salah satu tanaman rempah-rempsh dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia, bahkan Afrika.
            Awal terbentuknya desa kunir dulunya terdapat seorang ksatria bernama Kumbara. Suatu hari saat Kumbara mengegembala kambingnya, Ia tidak sengaja menemukan tumbuhan kunyit yang sangat besar. Lalu ia berlari untuk menemui masyarakat sekitar dan menyuruh mereka ikut dengannya untuk melihat tumbuhan yang sangat besar disana. Mendengar hal itu, masyarakat langsung berbondong-bondong untuk melihat tumbuhan itu.
            Warga merasa terganggu sehingga pada malam harinya warga di esa itu menebangya. Mengetahui hal itu Kumbara langsung marah dan pergi meninggalkan desa itu dan memberi nama desa itu dengan desa Kunir.
            Kunir kemungkinan dihuni orang semenjak dahulu kala. Toponimi Kunir (sebagai Kunir (dan) Basini) telah disebut-sebut dalam kitab Kakawin NagaraKretagama (Pupuh 22:4) sebagai tempat yang dilalui oleh Raja Hayam dalam perjalanannya di wilayah Lumajang. Sejarawan Tn. G. Th. Pigeaud menafsirkan Kunir dalam kitab babad tersebut sebagai wilayah kunir yang sekarang. Begitu pula pendapat dua artikel yang ditulis sekitar seabad yang lalu.

Sumber :
Karya : Dina Agustina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar