SEJARAH KECAMATAN
KUNIR
Kecamatan
Kunir merupakan sebuah wilayah bagian dari Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa
Timur.Adapun asal-usul Kecamatan kunir berdasarkan cerita rakyat yang tumbuh
dan hidup di tengah-tengah masyarakat bahwa dasar penamaan Kunir terhadap
wilayah yang sekarang mencapai 50,18m2 tersebut ialah karena banyaknya tanaman
kunir yang dalam bahasa Indonesia berarti “kunyit”.
Tumbuhan
kunyit tumbuh dimana-mana. Tanaman ini selain digunakan sebagai rempah-rempah
namun juga bermanfaat dalam pengobatan tradisional yang juga dapat digunakan
sebagai pewarna alam alami untuk membuat nasi kuning dan masyarakat dikala itu
amatlah suka terhadap kunir/kunyit.
Adapun
tempat yang dipercaya sebagai pusat kunyit yang digunakan sebagai nama kecamatan.
Tempat tersebut ialah sungai yang terletak di sebelah Masjid Kunir.
Tanaman
kunyit yang terdapat bukan hanya ratusan bahkan hampir tidak bisa dihitung
karena luasnya area yang terdapat kunyit.Kunir yang juga merupakan wilayah
Indonesia yang tepatnya berada di Jawa Timur juga tidak luput dari pengaruh
penjajahan Belanda. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya uang logam atau
yang biasa disebut koin yang bertuliskan nama Belanda.
Adapun
uang yang ditemukan memiliki nama lokal yang dinamakan berdasarkan versi
masyarakat Kunir. Ada uang yang disebut uang Mandong yang pada kala itu
mempunyai nilai yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai perhiasan.
Uang yang
pertama ialah uang koin yang bertuliskan VOC dengan tahun 1790. Uang ini
dimungkinkan digunakan dalam kegiatan jual beli sehari-hari namun karena tahun
yang sudah terlalu lama sulit untuk diketahui satuannya.Uang yang selanjutnya
ialah uang besisi yang bernilai 50 sen setiap kepingnya sudah menggunakan nama
Indonesia.
Dahulu uang bisa menjadi tidak berlaku sewaktu-waktu tanpa
pemberitahuan terlebih dahulu. Yang menandakan uang tidak berlaku di Kunir
dahulu ialah suara kentongan.
Masyarakat
Kunir dahulu berprofesi sebagian besar sebagai petani dan sebagian kecil
sebagai pedagang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya ladang di Kunir. Kini
tempat tersebut menjadi pasar yang merupakan pusat perdagangan di Kecamatan
Kunir. Tempat ini strategis karena merupakan jalur yang jika ditarik lurus akan
segaris terhadap pusat Kabupaten Lumajang.
Dulunya
kantor kecamatan Kunir berada di sebelah pasar Kunir, namun pada akhirnya
berpindah ke utara SMPN 1 Kunir yang biasa disebut dengan Kecamatan baru.
Kantor Kecamatan Kunir sempat berpindah tempat lagi pada tahun 2009 karena
adanya renovasi Kantor Kecamatan baru. Namun pada awal tahun 2012 kantor
Kecamatan Kunir kembali ke tempat semula. Tidak diketahui pasti kapan tahun
penamaan Kunir karena minimnya sumber dan data yang merupakan arsip daerah yang
sulit untuk diminta dipublikasikan.
Ida Nur Hayati (13)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar