Senin, 29 Agustus 2016

Sejarah Kunir



SEJARAH KECAMATAN KUNIR

            Kecamatan Kunir merupakan sebuah wilayah bagian dari Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.Adapun asal-usul Kecamatan kunir berdasarkan cerita rakyat yang tumbuh dan hidup di tengah-tengah masyarakat bahwa dasar penamaan Kunir terhadap wilayah yang sekarang mencapai 50,18m2 tersebut ialah karena banyaknya tanaman kunir yang dalam bahasa Indonesia berarti “kunyit”.
            Tumbuhan kunyit tumbuh dimana-mana. Tanaman ini selain digunakan sebagai rempah-rempah namun juga bermanfaat dalam pengobatan tradisional yang juga dapat digunakan sebagai pewarna alam alami untuk membuat nasi kuning dan masyarakat dikala itu amatlah suka terhadap kunir/kunyit.
            Adapun tempat yang dipercaya sebagai pusat kunyit yang digunakan sebagai nama kecamatan. Tempat tersebut ialah sungai yang terletak di sebelah Masjid Kunir.
            Tanaman kunyit yang terdapat bukan hanya ratusan bahkan hampir tidak bisa dihitung karena luasnya area yang terdapat kunyit.Kunir yang juga merupakan wilayah Indonesia yang tepatnya berada di Jawa Timur juga tidak luput dari pengaruh penjajahan Belanda. Hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya uang logam atau yang biasa disebut koin yang bertuliskan nama Belanda.
            Adapun uang yang ditemukan memiliki nama lokal yang dinamakan berdasarkan versi masyarakat Kunir. Ada uang yang disebut uang Mandong yang pada kala itu mempunyai nilai yang cukup tinggi karena dapat digunakan sebagai perhiasan.
            Uang yang pertama ialah uang koin yang bertuliskan VOC dengan tahun 1790. Uang ini dimungkinkan digunakan dalam kegiatan jual beli sehari-hari namun karena tahun yang sudah terlalu lama sulit untuk diketahui satuannya.Uang yang selanjutnya ialah uang besisi yang bernilai 50 sen setiap kepingnya sudah menggunakan nama Indonesia.
Dahulu uang bisa menjadi tidak berlaku sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Yang menandakan uang tidak berlaku di Kunir dahulu ialah suara kentongan.
            Masyarakat Kunir dahulu berprofesi sebagian besar sebagai petani dan sebagian kecil sebagai pedagang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya ladang di Kunir. Kini tempat tersebut menjadi pasar yang merupakan pusat perdagangan di Kecamatan Kunir. Tempat ini strategis karena merupakan jalur yang jika ditarik lurus akan segaris terhadap pusat Kabupaten Lumajang.
            Dulunya kantor kecamatan Kunir berada di sebelah pasar Kunir, namun pada akhirnya berpindah ke utara SMPN 1 Kunir yang biasa disebut dengan Kecamatan baru. Kantor Kecamatan Kunir sempat berpindah tempat lagi pada tahun 2009 karena adanya renovasi Kantor Kecamatan baru. Namun pada awal tahun 2012 kantor Kecamatan Kunir kembali ke tempat semula. Tidak diketahui pasti kapan tahun penamaan Kunir karena minimnya sumber dan data yang merupakan arsip daerah yang sulit untuk diminta dipublikasikan.


Ida Nur Hayati (13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar